Kamis, 07 Juni 2012

PSIK FK UNSRAT

A.    SEJARAH BERDIRINYA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FK UNSRAT

Perguruan Tinggi                                 : 001-012 Universitas Sam Ratulangi
Program Studi                                    : 14-201 Ilmu Keperawatan
Jenjang                                               : S-1
Tanggal Berdiri                                     31 Juli 2006                   
Nomor Telepon P.S                            :  04313324407                
Email                                                  :   psikfkunsrat@yahoo.com  
Proses pendirian Program Studi Ilmu Keperawatan di Fakultas Kedokteran ini dilandasai oleh Visi dan Misi serta rencana strategik Unsrat dengan semangat “Sitou Timou Tumou Tou” yang dalam perkembangannya Unsrat sebagai salah satu Universitas Negeri yang terpandang di kawasan timur Indonesia dan juga sebagai potensi bangsa terpanggil untuk berperan serta secara aktif dalam pembangunan bangsa dalam upaya pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan kesehatan bangsa, khususnya melalui perluasan dan peningkatan perannya dalam pendidikan tinggi bidang keperawatan.
Menghadapi tuntutan dan kebutuhan masayarakat bangsa dalam bidang kesehatan khususnya keperawatan, Unsrat dengan tekad yang didasari oleh cita-cita luhur dan kemampuan yang ada berupaya untuk berada di baris depan bersama-sama dengan perguruan tinggi lainnya yang sebelumnya telah berperan dalam bidang ini, mengatasi berbagai masalah kesehatan dan keperawatan yang dighadapi masyarakat serta bersama-sama meningkatakan daya tahan budaya bangsa melalui peningkatan derajat kesehatan bangsa.
Dalam upaya merealisasikan  cita-citanya, Unsrat melalui Fakultas Kedokteran bersama-sama dengan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pusat dan cabang Sulawesi Utara telah melakukan serangkaian rapat kerja dan lokakarya untuk mempersiapkan pendirian Program Studi Ilmu Keperawatan melalui Surat Keputusan Dekan Fakultas Kedokteran No. 038/J12.1/KP/2004 tanggal 26 April 2004.
Melalui surat permohonan rektor Unsrat kepada Menteri Pendidikan Nasional No. 229A/J12/PP/05 tertanggal 20 Januari 2005.
Rekomendasi Pengurus Pusat Persatuan Perawatan Nasional Indonesia nomor : 414/PP/PPNI/S/VII/2005, akhirnya diperoleh Ijin Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Keperawatan di FK Unsrat.
Dan pada tanggal 31 Juli 2006, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi menetapkan Ijin penyelenggaraan Program Studi Ilmu Keperawatan FK Unsrat dengan Nomor 3935/D/T/2006.

 


B.     VISI DAN MISI  PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FK UNSRAT
Ø  Visi
Menjadikan Program Studi Ilmu Keperawatan FK Unsrat sebagai institusi pendidikan keperawatan yang memiliki komitmen penuh pada pelayanan keperawatan yang profesional, pengembangan ilmu keperawatan dan penelitian dengan menghasilkan lulusan sarjana keperawatan yang profesional dan diakui secara internasional, mampu berpartisipasi di pasar lokal, regional, dan bahkan internasional.
Ø  Misi
1.  Membentuk manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila, sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang mantap, cerdas dan berbudi pekerti luhur, mencintai dan menghargai semua manusia, bersikap demokrasi, memiliki pengetahua dan keterampilan, kreatif, kritis, maupun kerja sama, bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara dalam rangka melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi.
2.    Menjadikan PSIK FK Unsrat Manado sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi di bidang keperawatan, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mengkaji dan memanfaatkan sumber daya dan potensi yang ada di wilayah nusantara dan kawasan spesifik sesuai pola ilmiah pokok PSIK FK Unsrat, dan kebutuhan pembangunan sekarang dan masa depan.
3.      Mendidik mahasiswa agar mampu menguasai IPTEK dibidang keperawatan, berjiwa penuh pengertian serta memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa dan negara Indonesia dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
4.      Mengembangkan tata kehidupan kampus sebagai masyarakat ilmiah yang berbudaya, bermoral pancasila dan berkepribadian Indonesia.
5.      Pusat pengembangan Keperawatan Gerontik sebagai bentuk tuntutan masa depan ditandai meningkatnya umur harapan hidup yang berdampak pada peningkatan masalah-masalah keperawatan pada usia lanjut.
C.     SUSUNAN STAF PENGELOLA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FK UNSRAT TAHUN 2011
·         Penanggung Jawab                       : Prof. Dr. dr. S. M. Warouw, Sp.A. (K)
·         Ketua Program Studi                    : Dr. Nelly Mayulu, M.Si
·         Sekretaris Program Studi              : Jeavery S. Bawotong, S.Kep., Ns.
·         Koord. Bid. Akademik                 : Herman Warouw, SKM, M.Kep.
-          Bid. Kurikulum                       : Adeleida Kaawoan, S.Kep., Ns.
: Sefti Rompas, S.Kep., Ns.
-          Bid. Evaluasi & Penilaian       : Yudi Ismanto, S.Kep., M.Kep., Ns.
: Rivelino Hamel, S.Kep., Ns.
-          Perpustakaan                           : Pricillia Saluy, MSN
-          Lab. Keperawatan                   : Linnie Pondaag, S.Kep., Ns.
·         Koord. Bid. Program Profesi        : Sisfiani Sarimin, S.Kep., Ns.
-          Anggota                                  : Agnes Madianung, S.Kep., Ns.
: Rina Kundre, S.Kep., Ns.
                                                      : Vivi S. Mampuk, S.Kep., Ns.
·         Koord. Bid. Kemahasiswaan        : Hendro Bidjuni, S.Kep., Ns.
-          Anggota                                  : Rolly Rondonuwu, S.Kep., Ns.
·         Administrasi Umum                      : Egris Bawotong
-          Anggota                                  : Inggrid Gandey, S.Sos.
·         Administrasi Keuangan                : Dortea Waworuntu
·         Keamanan /Kebersihan                 : Steven Rahasia

Kamis, 31 Mei 2012

The girl's


It's all about me

Hello guys...
My name is Mega Pricilia Kurnia Sampul
I was born Amsterdam, Netherlands ^^










“ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN PADA KLIEN OTITIS EKSTERNA”





KELOMPOK 8:
1.      NI’MAH SAID (110114017)
2.      MEGA P.K. SAMPUL (110114032)
3.      AKRIAN TUMBUAN (110114036)
4.      I MADE HADIWIYATA (110114053)
5.      MARIO A. REMBET (110114057)
6.      SARI APRIANI MUSA (110114058)

FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO






 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri dapat terlokalisir atau difus, telinga rasa sakit. Faktor penyebab timbulnya otitis eksterna ini, kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan alergi. Faktor ini menyebabkan berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit, dan inflasi.
Bakteri patogen pada otitis eksterna akut adalah pseudomonas (41 %), strepokokus (22%), stafilokokus.aureus (15%) dan bakteroides (11%). Otitis eksterna ini merupakan suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat menyebar ke pina, periaurikular, atau ke tulang temporal. Biasanya seluruh liang telinga terlibat, tetapi pada furunkel liang telinga luar dapat dianggap pembentukan lokal otitis eksterna. Otitis eksterna difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh pseudomonas, stafilokokus dan proteus, atau jamur.
Penyakit ini merupakan penyakit telinga bagian luar yang sering dijumpai, disamping penyakit telinga lainnya. Berdasarkan data yang dikumpulkan mulai tanggal Januari 2000 s/d Desember 2000 di Poliklinik THT RS H.Adam Malik Medan didapati 10746 kunjungan baru dimana, dijumpai 867 kasus (8,07 %) otitis eksterna, 282 kasus (2,62 %) otitis eksterna difusa dan 585 kasus (5,44 %) otitis eksterna sirkumskripta. Penyakit ini sering diumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim- iklim sejuk dan kering.





B.     PATOFISIOLOGI
Saluran telinga bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit yang mati dari gendang telinga melalui saluran telinga. Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana.
Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri atau jamur.

C.    ETIOLOGI
Faktor predisposisi:
1)      PH (PH yang basa akan menurunkan proteksi terhadap infeksi).
2)      Udara yang hangat dan lembab, kuman dan jamur mudah tumbuh.
3)      Trauma ringan (ketika mengorek telinga) atau karena berenang yang menyebabkan perubahan kulit karena kena air.

D.    MANIFESTASI KLINIS
1)      Rasa sakit pada telinga ( rasa tidak enak, rasa penuh pada telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat, serta berdenyut).
2)      Nyeri yang hebat bila daun telinga disentuh.
3)      Gatal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit.
4)      Gangguan pendengaran bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga, edema pada kulit telinga


Ø  Menurut MM. Carr secara klinik otitis eksterna terbagi menjadi 4:
a)      Otitis Eksterna Ringan : kulit liang telinga hiperemis dan eksudat, liang telinga menyempit.
b)      Otitis Eksterna Sedang : liang telinga sempit, bengkak, kulit hiperemis dan eksudat positif.
c)       Otitis Eksterna Komplikasi : Pina/Periaurikuler eritema dan bengkak.
d)     Otitis Eksterna Kronik : kulit liang telinga/pina menebal, keriput, eritema positif.

E.     PENGOBATAN/TERAP
1)      Antibiotik dalam bentuk salep (neomisin, Polimiksin B atau Basitrasin).
2)      Antiseptik (asam asestat 2-5% dalam alkohol 2%) atau tampon iktiol dalam liang telinga selama 2 hari.
3)      Bila furunkel menjadi abses, diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanahnya.
4)      Insisi bila dinding furunkel tebal, kemudian kemudian dipasang drain untuk mengalirkan nanah.
5)      Obat simptomatik : analgetik, obat penenang.

F.     KOMPLIKASI
Osteomielitis tulang temporal dan basis krani mengakibatkan kelumpuhan syaraf fasial serta syaraf otak lain mengakibatkan kematian.









G.    PENYIMPANGAN KDM, OTITIS EKSTERNA


s


BAB II TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN
A.      PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1.      Biodata Pasien                                                Biodata Penanggung Jawab
Nama       :                                                        Nama             :
Umur       :                                                        Umur              :
Jenis kel.  :                                                        Jenis kelamin :
Alamat     :                                                        Alamat           :

2.      Riwayat Kesehatan
a)      Keluhan Utama:  Biasanya pasien merasakan nyeri pada telinga kanan, perasaan tidak enak pada telinga, pendengaran berkurang, ketika membersihkan telinga keluar cairan berbau busuk.
b)      Riwayat penyakit sekarang: pasien mengatakan Tanyakan sejak kapan keluhan dirasakan, apakah tiba-tiba atau perlahan-lahan, sejauh mana keluhan dirasakan, apa yang memperberat dan memperingan keluhan dan apa usaha yang telah dilakukan untuk mengurangi keluhan.
c)      Riwayat penyakit dahulu:
Tanyakan pada klien dan keluarganya ; apakah klien dahulu pernah menderita sakit seperti ini, apakah sebelumnya pernah menderita penyakit lain, seperti panas tinggi, kejang, apakah klien sering mengorek-ngorek telinga dengan jepit rambut atau cutton buds sehingga terjadi trauma, apakah klien sering berenang.
d)     Riwayat penyakit keluarga:
Apakah ada diantara anggota keluarga klien yang menderita penyakit seperti klien saat ini dan apakah keluarga pernah menderita penyakit DM.

3.      Pemeriksaan Fisik
a)      Inspeksi
Inspeksi liang telinga, perhatikan adanya cairan atau bau, pembengkakan pada MAE, warna kulit telinga, apakah terdapat benda asing, peradangan, tumor.
b)      Inspeksi dapat menggunakan alat otoskopik (untuk melihat MAE sampai ke membran timpany).
c)      Palpasi
Lakukan penekanan ringan pada daun telinga, jika terjadi respon nyeri dari klien, maka dapat dipastikan klien menderita otitis eksterna sirkumskripta.


















BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN:
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri dapat terlokalisir atau difus, telinga rasa sakit. Faktor penyebab timbulnya otitis eksterna ini, kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan alergi. Faktor ini menyebabkan berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit, dan inflasi.




















DAFTAR PUSTAKA