My name is Mega Pricilia Kurnia Sampul
I was born Amsterdam, Netherlands ^^
“ASUHAN
KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN PADA KLIEN OTITIS EKSTERNA”
KELOMPOK 8:
1. NI’MAH
SAID (110114017)
2. MEGA
P.K. SAMPUL (110114032)
3. AKRIAN
TUMBUAN (110114036)
4. I
MADE HADIWIYATA (110114053)
5. MARIO
A. REMBET (110114057)
6. SARI
APRIANI MUSA (110114058)

FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun
kronis disebabkan oleh bakteri dapat terlokalisir atau difus, telinga rasa
sakit. Faktor penyebab timbulnya otitis eksterna ini,
kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan alergi. Faktor ini
menyebabkan berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel
skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang mengakibatkan bakteri masuk
melalui kulit, dan inflasi.
Bakteri patogen pada otitis eksterna
akut adalah pseudomonas (41 %), strepokokus (22%), stafilokokus.aureus (15%)
dan bakteroides (11%). Otitis eksterna ini merupakan suatu infeksi liang
telinga bagian luar yang dapat menyebar ke pina, periaurikular, atau ke tulang
temporal. Biasanya seluruh liang telinga terlibat, tetapi pada furunkel liang
telinga luar dapat dianggap pembentukan lokal otitis eksterna. Otitis eksterna
difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh
pseudomonas, stafilokokus dan proteus, atau jamur.
Penyakit ini merupakan penyakit telinga
bagian luar yang sering dijumpai, disamping penyakit telinga lainnya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan mulai tanggal Januari 2000 s/d Desember 2000
di Poliklinik THT RS H.Adam Malik Medan didapati 10746 kunjungan baru dimana,
dijumpai 867 kasus (8,07 %) otitis eksterna, 282 kasus (2,62 %) otitis eksterna
difusa dan 585 kasus (5,44 %) otitis eksterna sirkumskripta. Penyakit ini
sering diumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim-
iklim sejuk dan kering.
B.
PATOFISIOLOGI
Saluran telinga bisa membersihkan
dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit yang mati dari gendang
telinga melalui saluran telinga. Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud
(kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong
sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk
disana.
Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan
menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau
berenang. Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah
terinfeksi oleh bakteri atau jamur.
C. ETIOLOGI
Faktor predisposisi:
1) PH (PH yang basa akan menurunkan
proteksi terhadap infeksi).
2) Udara yang hangat dan lembab, kuman
dan jamur mudah tumbuh.
3) Trauma ringan (ketika mengorek
telinga) atau karena berenang yang menyebabkan perubahan kulit karena kena air.
D. MANIFESTASI KLINIS
1) Rasa sakit pada telinga ( rasa tidak
enak, rasa penuh pada telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang
hebat, serta berdenyut).
2) Nyeri yang hebat bila daun telinga
disentuh.
3) Gatal merupakan gejala klinik yang
sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit.
4) Gangguan pendengaran bila furunkel
besar dan menyumbat liang telinga, edema pada kulit telinga
Ø Menurut MM. Carr secara klinik
otitis eksterna terbagi menjadi 4:
a)
Otitis Eksterna Ringan : kulit liang telinga hiperemis dan
eksudat, liang telinga menyempit.
b)
Otitis Eksterna Sedang : liang telinga sempit, bengkak,
kulit hiperemis dan eksudat positif.
c)
Otitis Eksterna Komplikasi : Pina/Periaurikuler eritema dan
bengkak.
d)
Otitis Eksterna Kronik : kulit liang telinga/pina menebal,
keriput, eritema positif.
E.
PENGOBATAN/TERAP
1) Antibiotik dalam bentuk salep
(neomisin, Polimiksin B atau Basitrasin).
2) Antiseptik (asam asestat 2-5% dalam
alkohol 2%) atau tampon iktiol dalam liang telinga selama 2 hari.
3) Bila furunkel menjadi abses,
diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanahnya.
4) Insisi bila dinding furunkel tebal,
kemudian kemudian dipasang drain untuk mengalirkan nanah.
5) Obat simptomatik : analgetik, obat
penenang.
F.
KOMPLIKASI
Osteomielitis tulang temporal dan
basis krani mengakibatkan kelumpuhan syaraf fasial serta syaraf otak lain
mengakibatkan kematian.
G.
PENYIMPANGAN
KDM, OTITIS EKSTERNA

s
BAB II TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
KEPERAWATAN
1.
Biodata
Pasien Biodata
Penanggung Jawab
Nama
:
Nama :
Umur
:
Umur :
Jenis
kel.
:
Jenis kelamin :
Alamat :
Alamat :
2.
Riwayat Kesehatan
a) Keluhan Utama: Biasanya pasien
merasakan nyeri pada telinga kanan, perasaan tidak enak pada telinga,
pendengaran berkurang, ketika membersihkan telinga keluar cairan berbau busuk.
b) Riwayat penyakit sekarang: pasien
mengatakan Tanyakan sejak kapan keluhan dirasakan, apakah tiba-tiba atau
perlahan-lahan, sejauh mana keluhan dirasakan, apa yang memperberat dan
memperingan keluhan dan apa usaha yang telah dilakukan untuk mengurangi
keluhan.
c) Riwayat penyakit dahulu:
Tanyakan
pada klien dan keluarganya ; apakah klien dahulu pernah menderita sakit seperti
ini, apakah sebelumnya pernah menderita penyakit lain, seperti panas tinggi,
kejang, apakah klien sering mengorek-ngorek telinga dengan jepit rambut atau
cutton buds sehingga terjadi trauma, apakah klien sering berenang.
d) Riwayat penyakit keluarga:
Apakah ada diantara anggota keluarga klien yang menderita
penyakit seperti klien saat ini dan apakah keluarga pernah menderita penyakit
DM.
3. Pemeriksaan Fisik
a) Inspeksi
Inspeksi liang telinga, perhatikan
adanya cairan atau bau, pembengkakan pada MAE, warna kulit telinga, apakah
terdapat benda asing, peradangan, tumor.
b) Inspeksi dapat menggunakan alat
otoskopik (untuk melihat MAE sampai ke membran timpany).
c) Palpasi
Lakukan
penekanan ringan pada daun telinga, jika terjadi respon nyeri dari klien, maka
dapat dipastikan klien menderita otitis eksterna sirkumskripta.
BAB III PENUTUP
A.
KESIMPULAN:
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun
kronis disebabkan oleh bakteri dapat terlokalisir atau difus, telinga rasa
sakit. Faktor penyebab timbulnya otitis eksterna ini,
kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan alergi. Faktor ini menyebabkan
berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa.
Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang mengakibatkan bakteri masuk melalui
kulit, dan inflasi.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar