Kamis, 31 Mei 2012

The girl's


It's all about me

Hello guys...
My name is Mega Pricilia Kurnia Sampul
I was born Amsterdam, Netherlands ^^










“ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN PADA KLIEN OTITIS EKSTERNA”





KELOMPOK 8:
1.      NI’MAH SAID (110114017)
2.      MEGA P.K. SAMPUL (110114032)
3.      AKRIAN TUMBUAN (110114036)
4.      I MADE HADIWIYATA (110114053)
5.      MARIO A. REMBET (110114057)
6.      SARI APRIANI MUSA (110114058)

FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO






 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri dapat terlokalisir atau difus, telinga rasa sakit. Faktor penyebab timbulnya otitis eksterna ini, kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan alergi. Faktor ini menyebabkan berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit, dan inflasi.
Bakteri patogen pada otitis eksterna akut adalah pseudomonas (41 %), strepokokus (22%), stafilokokus.aureus (15%) dan bakteroides (11%). Otitis eksterna ini merupakan suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat menyebar ke pina, periaurikular, atau ke tulang temporal. Biasanya seluruh liang telinga terlibat, tetapi pada furunkel liang telinga luar dapat dianggap pembentukan lokal otitis eksterna. Otitis eksterna difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh pseudomonas, stafilokokus dan proteus, atau jamur.
Penyakit ini merupakan penyakit telinga bagian luar yang sering dijumpai, disamping penyakit telinga lainnya. Berdasarkan data yang dikumpulkan mulai tanggal Januari 2000 s/d Desember 2000 di Poliklinik THT RS H.Adam Malik Medan didapati 10746 kunjungan baru dimana, dijumpai 867 kasus (8,07 %) otitis eksterna, 282 kasus (2,62 %) otitis eksterna difusa dan 585 kasus (5,44 %) otitis eksterna sirkumskripta. Penyakit ini sering diumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim- iklim sejuk dan kering.





B.     PATOFISIOLOGI
Saluran telinga bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit yang mati dari gendang telinga melalui saluran telinga. Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana.
Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri atau jamur.

C.    ETIOLOGI
Faktor predisposisi:
1)      PH (PH yang basa akan menurunkan proteksi terhadap infeksi).
2)      Udara yang hangat dan lembab, kuman dan jamur mudah tumbuh.
3)      Trauma ringan (ketika mengorek telinga) atau karena berenang yang menyebabkan perubahan kulit karena kena air.

D.    MANIFESTASI KLINIS
1)      Rasa sakit pada telinga ( rasa tidak enak, rasa penuh pada telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat, serta berdenyut).
2)      Nyeri yang hebat bila daun telinga disentuh.
3)      Gatal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit.
4)      Gangguan pendengaran bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga, edema pada kulit telinga


Ø  Menurut MM. Carr secara klinik otitis eksterna terbagi menjadi 4:
a)      Otitis Eksterna Ringan : kulit liang telinga hiperemis dan eksudat, liang telinga menyempit.
b)      Otitis Eksterna Sedang : liang telinga sempit, bengkak, kulit hiperemis dan eksudat positif.
c)       Otitis Eksterna Komplikasi : Pina/Periaurikuler eritema dan bengkak.
d)     Otitis Eksterna Kronik : kulit liang telinga/pina menebal, keriput, eritema positif.

E.     PENGOBATAN/TERAP
1)      Antibiotik dalam bentuk salep (neomisin, Polimiksin B atau Basitrasin).
2)      Antiseptik (asam asestat 2-5% dalam alkohol 2%) atau tampon iktiol dalam liang telinga selama 2 hari.
3)      Bila furunkel menjadi abses, diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanahnya.
4)      Insisi bila dinding furunkel tebal, kemudian kemudian dipasang drain untuk mengalirkan nanah.
5)      Obat simptomatik : analgetik, obat penenang.

F.     KOMPLIKASI
Osteomielitis tulang temporal dan basis krani mengakibatkan kelumpuhan syaraf fasial serta syaraf otak lain mengakibatkan kematian.









G.    PENYIMPANGAN KDM, OTITIS EKSTERNA


s


BAB II TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN
A.      PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1.      Biodata Pasien                                                Biodata Penanggung Jawab
Nama       :                                                        Nama             :
Umur       :                                                        Umur              :
Jenis kel.  :                                                        Jenis kelamin :
Alamat     :                                                        Alamat           :

2.      Riwayat Kesehatan
a)      Keluhan Utama:  Biasanya pasien merasakan nyeri pada telinga kanan, perasaan tidak enak pada telinga, pendengaran berkurang, ketika membersihkan telinga keluar cairan berbau busuk.
b)      Riwayat penyakit sekarang: pasien mengatakan Tanyakan sejak kapan keluhan dirasakan, apakah tiba-tiba atau perlahan-lahan, sejauh mana keluhan dirasakan, apa yang memperberat dan memperingan keluhan dan apa usaha yang telah dilakukan untuk mengurangi keluhan.
c)      Riwayat penyakit dahulu:
Tanyakan pada klien dan keluarganya ; apakah klien dahulu pernah menderita sakit seperti ini, apakah sebelumnya pernah menderita penyakit lain, seperti panas tinggi, kejang, apakah klien sering mengorek-ngorek telinga dengan jepit rambut atau cutton buds sehingga terjadi trauma, apakah klien sering berenang.
d)     Riwayat penyakit keluarga:
Apakah ada diantara anggota keluarga klien yang menderita penyakit seperti klien saat ini dan apakah keluarga pernah menderita penyakit DM.

3.      Pemeriksaan Fisik
a)      Inspeksi
Inspeksi liang telinga, perhatikan adanya cairan atau bau, pembengkakan pada MAE, warna kulit telinga, apakah terdapat benda asing, peradangan, tumor.
b)      Inspeksi dapat menggunakan alat otoskopik (untuk melihat MAE sampai ke membran timpany).
c)      Palpasi
Lakukan penekanan ringan pada daun telinga, jika terjadi respon nyeri dari klien, maka dapat dipastikan klien menderita otitis eksterna sirkumskripta.


















BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN:
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri dapat terlokalisir atau difus, telinga rasa sakit. Faktor penyebab timbulnya otitis eksterna ini, kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan alergi. Faktor ini menyebabkan berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit, dan inflasi.




















DAFTAR PUSTAKA